CATL Resmikan Pusat Uji Penyimpanan Tenaga Terbesar Dunia

Tanda CATL berdiri di luar pusat penelitian dan pengembangan serta kantor pusat produsen baterai China. (Sumber Foto: cnbcindonesia.com)
Jumat, 29 Mei 2026 | 11:34:06 WIB

CHINA - Produsen baterai global terkemuka, CATL, secara resmi telah memulai operasional Xiamen Energy Storage Validation Research Institute (ESVL). Fasilitas ini merupakan wadah pengujian serta validasi satu pintu yang paling lengkap sekaligus yang paling luas di dunia dalam industri penyimpanan energi.

Infrastruktur ini membentang di atas lahan seluas 10 hektare dengan nilai investasi pembangunan mencapai kurang lebih 3 miliar yuan atau setara dengan Rp7,9 triliun.

Pusat riset ini disiapkan sebagai infrastruktur terbuka yang dapat dimanfaatkan bersama untuk melayani para pemangku kepentingan di sektor penyimpanan energi dunia. Pihak CATL menjelaskan bahwa seiring dengan percepatan transisi energi global, industri ini justru menghadapi celah performa yang krusial.  

Kesenjangan tersebut terlihat dari hampir satu dari lima stasiun penyimpanan energi skala besar yang performanya belum maksimal. Selain itu, sekitar 46,5 persen sistem mengalami kendala keterlambatan saat dihubungkan ke jaringan listrik dengan durasi lebih dari dua bulan.

Hadirnya ESVL bertujuan menuntaskan persoalan tersebut. Caranya dengan mentransformasi proses validasi, yang dulunya hanya pengujian skala komponen menjadi verifikasi ketat di tingkat stasiun. Langkah ini diambil untuk memastikan aspek keamanan, kapabilitas dalam mendukung jaringan, dan keandalan jangka panjang sebelum sistem resmi diimplementasikan.

“Ketelitian ilmiah menjadi semakin penting ketika penyimpanan energi memasuki era gigawatt. ESVL dirancang untuk mencerminkan ketelitian tersebut dan membantu menghadirkan era validasi dunia nyata yang lebih terpercaya dan berkelanjutan," ujar Kepala Ilmuwan CATL, Dr. Wu Kai.

Lembaga penelitian ini didukung lima laboratorium utama untuk berbagai skenario validasi. Laboratorium pertama adalah integrasi jaringan listrik, fasilitas tingkat stasiun pertama di dunia yang dibekali simulator jaringan 35kV/100MVA. 

Fasilitas ini mampu menguji lebih dari 10 kontainer penyimpanan energi skala besar secara simultan dan menyimulasikan topologi jaringan hingga 1.000 node.

Laboratorium kedua adalah keselamatan tegangan tinggi yang mampu menguji tegangan dari 1kV hingga 500kV, sekaligus meneliti mekanisme kebakaran dan ledakan dalam kondisi ekstrem. 

Laboratorium ketiga fokus pada keselamatan termal dan pembakaran, dilengkapi kalorimeter 20MW serta ruangan seluas 100.000 meter kubik yang memungkinkan pengujian ledakan serentak pada sembilan kontainer besar.

Laboratorium keempat adalah ketahanan lingkungan yang menguji performa alat dalam suhu ekstrem, mulai dari -50°C hingga 100°C, serta mampu menyimulasikan ketinggian hingga 7.200 km. 

Terakhir, laboratorium kompatibilitas elektromagnetik (EMC) menjadi satu-satunya tempat di dunia yang sanggup melakukan pengujian EMC pada kontainer 40 kaki dalam situasi pengisian serta pengosongan daya tinggi secara nyata.

“Kami bekerja sama dengan lembaga sertifikasi terkemuka termasuk TÜV SÜD, TÜV Rheinland, CGC, dan CSA untuk menyediakan layanan yang diakui secara global,” tutur Kepala ESVL, Dr. Chen Xiaobo.

Melalui penyediaan data independen yang dapat dilacak rekam jejaknya, ESVL menargetkan untuk membantu regulator, perusahaan asuransi, hingga lembaga keuangan agar dapat memperlakukan sistem penyimpanan energi sebagai aset yang lebih kredibel serta bernilai tinggi untuk dibiayai.

CATL saat ini memegang pangsa pasar terbesar di dunia, baik dalam sektor baterai daya maupun penyimpanan energi. Dalam aspek baterai daya, perusahaan ini mendominasi pasar global dengan pangsa 47,0 persen pada April 2026. 

Untuk sektor penyimpanan energi, penjualan baterai CATL mencapai 121 GWh sepanjang 2025, setara dengan penguasaan pasar global sebesar 30,4 persen, mengukuhkan posisi mereka di peringkat satu dunia selama lima tahun berturut-turut. 

Selain itu, CATL juga menjadi pemasok baterai kendaraan listrik (EV) terbesar dunia yang produknya digunakan oleh merek ternama seperti Tesla, BMW, Hyundai, Toyota, Honda, Volvo, NIO, Li Auto, dan Zeekr.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo