JAKARTA – Harga minyak anjlok 4 persen seiring berkembangnya spekulasi mengenai potensi gencatan senjata antara AS dan Iran yang bisa menormalkan kembali pasokan global.
Langkah diplomasi yang sedang dijajaki oleh kedua negara memberikan sinyal kuat bagi melandainya premi risiko geopolitik di kawasan produsen energi.
"Keputusan untuk melakukan gencatan senjata akan menjadi faktor fundamental yang menentukan arah pergerakan harga energi di masa depan," ujar seorang analis komoditas senior, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Rabu (6/5/2026).
Analis tersebut berpendapat, bahwa potensi kesepakatan ini memungkinkan adanya pelonggaran sanksi yang selama ini menghambat ekspor minyak dalam volume besar.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan kepanikan para spekulan yang sebelumnya mengantisipasi adanya gangguan pasokan permanen.
Pergerakan harga di pasar spot langsung terkoreksi setelah pernyataan resmi mengenai kemajuan dialog tersebut dirilis ke publik.
Pelaku pasar kini menunggu pengumuman teknis mengenai durasi dan cakupan dari rencana gencatan senjata yang dimaksud.
Volume perdagangan menunjukkan adanya peralihan aset dari sektor energi ke sektor yang lebih defensif di tengah perubahan situasi global ini.