JAKARTA – Harga batu bara masih panas di pasar global namun pergerakan ke depannya sangat bergantung pada volume permintaan dan kebijakan impor dari China serta India.
Dinamika pasar energi saat ini menunjukkan ketangguhan harga komoditas emas hitam yang terus bertahan di level tinggi.
Kondisi tersebut dipicu oleh keterbatasan pasokan di tingkat global yang belum sepenuhnya pulih.
Bahlil berpendapat, bahwa ketergantungan pasar terhadap konsumsi energi dari negara-negara besar di Asia Timur akan menjadi faktor penentu stabilitas harga di masa mendatang.
"Kami akan terus memantau perkembangan harga pangan di pasar menjelang Idulfitri," ujar Bahlil, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (20/4/2026).
Peningkatan permintaan dari sektor pembangkit listrik di negara berkembang menjadi katalis utama penguatan harga saat ini.
Namun, beberapa analis mengingatkan adanya potensi koreksi jika stok domestik di China mulai melimpah.
Data perdagangan mencatat adanya fluktuasi yang cukup dinamis pada indeks harga mingguan.
Angka 100 dan 200 persen menjadi parameter penting dalam memantau margin keuntungan para produsen besar.
Upaya diversifikasi energi di beberapa negara maju turut memberikan warna tersendiri bagi prospek jangka panjang komoditas ini.
Stabilitas ekonomi di kawasan regional menjadi kunci utama bagi para eksportir lokal untuk mengamankan kontrak baru.
Pasar tetap optimis selama aktivitas manufaktur di pusat-pusat industri dunia masih menunjukkan tren ekspansif.