Harga Minyak Dunia Senin 4 Mei 2026 Melemah Namun Masih Tetap Tinggi

Senin, 04 Mei 2026 | 16:42:45 WIB
Ilustrasi Harga Minyak

JAKARTA – Harga minyak dunia Senin 4 Mei 2026 mengalami penurunan tipis, namun ketegangan geopolitik menjaga harga tetap bertengger kokoh di atas level 100 dolar per barel.

Grafik perdagangan menunjukkan adanya sedikit relaksasi dari tekanan beli yang sangat masif pada sesi sebelumnya. Meskipun terdapat koreksi, biaya energi global ini masih berada pada zona yang cukup mengkhawatirkan bagi negara-negara pengimpor.

Suhail berpendapat, bahwa dinamika pasar saat ini merupakan respons alami terhadap spekulasi kenaikan suku bunga yang mungkin dilakukan oleh bank sentral dalam waktu dekat.

"Harga minyak dunia Senin 4 Mei 2026 tetap menunjukkan resiliensi karena stok cadangan minyak mentah global saat ini berada di level terendah dalam 5 tahun terakhir," ujar Haitham Al Ghais, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Senin (4/5/2026).

Minyak mentah jenis Brent terpantau masih stabil di kisaran 105 dolar per barel setelah sempat menyentuh angka yang lebih tinggi. Sedangkan untuk jenis West Texas Intermediate atau WTI diperdagangkan sekitar 101 dolar per barel pada penutupan sesi pagi.

Faktor produksi dari negara-negara anggota OPEC+ menjadi kunci utama yang diperhatikan oleh para spekulan di lantai bursa. Target kuota produksi yang belum tercapai secara maksimal memberikan sokongan harga yang kuat bagi komoditas emas hitam ini.

Permintaan dari wilayah Asia Tenggara dan Tiongkok mulai kembali pulih seiring dengan aktivitas manufaktur yang terus meningkat. Hal tersebut memberikan keseimbangan terhadap sentimen negatif yang datang dari potensi resesi di wilayah Barat.

Para analis memperkirakan volatilitas akan tetap terjadi sepanjang pekan ini mengingat kalender ekonomi yang cukup padat. Pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam menempatkan posisi jangka panjang sebelum ada kepastian data tenaga kerja terbaru.

Kondisi ini memaksa banyak maskapai penerbangan dan perusahaan logistik untuk segera menyesuaikan skema biaya operasional mereka. Kenaikan harga bahan bakar pesawat serta solar industri menjadi dampak langsung yang tidak terhindarkan dari situasi pasar saat ini.

Keamanan jalur distribusi di Selat Hormuz juga tetap menjadi variabel krusial yang dapat memicu lonjakan harga sewaktu-waktu. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan berita fundamental secara berkala guna mengambil keputusan yang tepat.

Terkini