JAKARTA - Bayangan tentang hypercar umumnya identik dengan suara mesin meraung dan kecepatan ekstrem.
Namun kesan itu langsung berubah ketika Yangwang U9 muncul di hadapan tim ANTARA di sirkuit all-terrain BYD, Zhengzhou, China, Rabu, 14 Januari 2026. Dua unit Yangwang U9 berwarna merah dan biru tidak langsung dipacu, melainkan “menari” mengikuti irama musik, bergoyang dan bergerak ritmis di atas aspal.
Aksi ini bukan sekadar atraksi visual untuk mencuri perhatian. Gerakan tersebut merupakan demonstrasi kemampuan suspensi pintar DiSus-X milik BYD, teknologi yang memungkinkan setiap roda dikendalikan secara independen. Mobil dapat melompat, berputar 360 derajat, hingga bergerak sinkron dengan irama, memperlihatkan tingkat presisi dan kontrol yang jarang ditemui pada kendaraan produksi.
Teknologi DiSus-X, Lebih dari Sekadar Gimik
Kemampuan “menari” Yangwang U9 sering disalahartikan sebagai gimmick. Padahal, teknologi DiSus-X memiliki peran krusial dalam performa mobil saat dikendarai di kecepatan tinggi. Suspensi aktif ini dirancang untuk menjaga kestabilan bodi dalam berbagai kondisi ekstrem, mulai dari akselerasi brutal hingga manuver agresif di tikungan tajam.
Saat mobil berhenti, DiSus-X memamerkan fleksibilitasnya melalui gerakan artistik. Namun ketika dipacu di lintasan, sistem ini bekerja senyap namun efektif, memastikan distribusi beban tetap optimal dan traksi terjaga. Inilah fondasi yang membuat Yangwang U9 tidak hanya cepat di garis lurus, tetapi juga presisi dan stabil saat dikendalikan.
Rekor Dunia dan Spesifikasi yang Mengintimidasi
Yangwang U9 bukan sekadar hypercar listrik biasa. Model ini mencatatkan rekor sebagai hypercar listrik tercepat di dunia dengan kecepatan 496,22 km/jam untuk versi Xtreme. Angka tersebut menjadikannya simbol ambisi BYD dalam menembus dominasi merek-merek hypercar global.
Mobil ini ditenagai baterai LFP berkapasitas 80 kWh yang dipadukan dengan empat motor listrik. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 1.287 daya kuda dengan torsi puncak 1.680 Nm. Dengan konfigurasi tersebut, Yangwang U9 mampu menempuh jarak hingga 465 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Struktur mobil juga dirancang untuk performa tinggi. Atap berbahan serat karbon membantu menekan bobot, velg 20 inci dipadukan dengan ban semi-slick lebar 325 mm memastikan cengkeraman maksimal di lintasan, sementara pusat gravitasi rendah dari baterai membuat mobil tetap stabil saat melaju agresif.
Pengalaman Mengemudi di Sirkuit BYD
Sebagai pengemudi nonprofesional, penulis memilih untuk menahan ego saat berada di balik kemudi Yangwang U9. Meski potensi mobil jauh di atas kemampuan pengemudi harian, pengalaman menjajalnya tetap memberikan sensasi luar biasa.
Di lintasan sirkuit all-terrain BYD, Zhengzhou, kecepatan maksimal yang dicapai hanya sekitar 130 km/jam. Namun angka tersebut sudah cukup untuk menunjukkan karakter asli U9. Dorongan motor listrik terasa instan dan halus, tanpa jeda, tanpa suara mesin, namun dengan tenaga yang langsung “mengunci” tubuh ke kursi sport.
Akselerasi dari kecepatan rendah ke 130 km/jam berlangsung begitu cepat hingga sulit disadari. Padahal, secara teknis Yangwang U9 mampu melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 2,36 detik. Kendati tidak dipacu maksimal, mobil tetap menghadirkan rasa aman dan terkendali, tanpa getaran berlebih atau gejala limbung.
Stabilitas, Presisi, dan Bukti Inovasi China
Saat memasuki tikungan tajam, keunggulan Yangwang U9 semakin terasa. Bodi tetap stabil, setir responsif, dan suspensi DiSus-X bekerja optimal menjaga keseimbangan mobil. Kursi sport memeluk tubuh pengemudi dengan baik, menciptakan sensasi menyatu antara manusia dan mesin.
Setiap manuver terasa natural, bahkan ketika kecepatan meningkat. Kombinasi desain aerodinamis, pusat gravitasi rendah, serta sistem empat motor listrik memungkinkan akselerasi agresif tetap diiringi kontrol presisi. Inilah yang menjadikan Yangwang U9 bukan hanya cepat, tetapi juga menyenangkan untuk dikendarai.
Pengalaman menguji Yangwang U9 di sirkuit BYD menjadi bukti bahwa teknologi otomotif asal China telah berkembang pesat. Hypercar listrik ini menunjukkan bahwa inovasi Negeri Tirai Bambu tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan, melainkan sudah mampu menetapkan standar baru di level global.
Yangwang U9 membuktikan bahwa hypercar listrik masa depan tidak hanya tentang kecepatan ekstrem, tetapi juga kecanggihan teknologi, kontrol, dan pengalaman berkendara yang utuh.