Polytron Beri Sinyal Rilis Mobil Listrik Baru, Dipastikan CKD dan Fokus Edukasi Konsumen

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:48:42 WIB
Polytron Beri Sinyal Rilis Mobil Listrik Baru, Dipastikan CKD dan Fokus Edukasi Konsumen

JAKARTA - Industri kendaraan listrik nasional kembali mendapat perhatian setelah Polytron memberi isyarat akan menghadirkan produk mobil listrik terbaru.

Sinyal tersebut muncul kurang dari setahun setelah perusahaan elektronik nasional ini resmi memasuki pasar mobil listrik melalui peluncuran Polytron G3 dan G3+ pada Mei 2025. Langkah lanjutan ini mempertegas keseriusan Polytron dalam membangun portofolio kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia, meski perusahaan menegaskan akan tetap melangkah dengan pendekatan yang hati-hati.

Alih-alih agresif mengejar volume penjualan, Polytron memilih menempatkan edukasi konsumen dan kesiapan ekosistem sebagai fondasi utama sebelum memperluas lini produknya. Strategi ini dinilai penting di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat dan sensitif terhadap harga.

Isyarat Produk Baru Usai Peluncuran G3 dan G3+

Polytron sebelumnya merilis dua mobil listrik perdananya, G3 dan G3+, bertepatan dengan perayaan 50 tahun perjalanan bisnis perusahaan. Kedua model tersebut menjadi tonggak penting karena menandai transformasi Polytron dari produsen elektronik rumah tangga ke pemain otomotif listrik.

Kini, sinyal kehadiran produk lanjutan kembali ditegaskan oleh jajaran manajemen. Direktur Komersil Polytron, Tekno Wibowo, mengungkapkan bahwa mobil listrik baru tersebut hampir pasti akan dirakit secara lokal.

“Pasti CKD (dirakit lokal), enggak mungkin kita balik lagi, kan insentif sudah tidak ada untuk CBU (impor utuh),” kata Tekno.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan arah strategi Polytron yang sejalan dengan kebijakan industri nasional, yakni mendorong produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor kendaraan utuh.

Kemungkinan Tetap di Segmen SUV

Meski belum mengungkap spesifikasi detail, Tekno tidak menampik kemungkinan mobil listrik terbaru Polytron kembali mengusung platform SUV, seperti G3 dan G3+ yang telah lebih dulu dipasarkan.

Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Tekno menjawab singkat, “Mungkin juga.”

Sebagai informasi, Polytron G3 dan G3+ merupakan hasil kerja sama dengan pabrikan asal China, Skyworth. Model tersebut merupakan versi penyesuaian dari Skyworth K atau Skywell ET5, yang dirancang ulang agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan konsumen Indonesia.

Namun, Polytron menegaskan bahwa kolaborasi ke depan tidak akan terbatas pada satu mitra saja.

“Kami kerja sama tidak hanya dengan satu mitra saja, tergantung, kita tidak pernah membatasi dengan satu mitra saja yang penting mereka punya produk yang sesuai dengan di Indonesia,” ujar Tekno.

Terbuka dengan Mitra di Luar China

Polytron juga memberi sinyal bahwa peluang kerja sama dengan produsen non-China tetap terbuka. Langkah ini menunjukkan fleksibilitas strategi perusahaan dalam mencari mitra teknologi yang paling sesuai.

“Kalau memang ada dari luar China kita juga terbuka, mungkin dari India, nanti ditunggu saja,” tambah Tekno.

Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian Polytron dalam memilih mitra, sekaligus membuka ruang bagi diversifikasi sumber teknologi di tengah dominasi produsen China pada pasar kendaraan listrik global.

Dengan mempertimbangkan kesesuaian produk terhadap kondisi geografis, infrastruktur, serta pola penggunaan kendaraan di Indonesia, Polytron menilai tidak semua produk global dapat langsung diadopsi begitu saja ke pasar domestik.

Strategi Konservatif di Tengah Persaingan Harga

Di sisi lain, Polytron mengakui bahwa persaingan di segmen mobil listrik nasional semakin ketat, terutama dalam hal harga. Meski demikian, perusahaan menegaskan tidak ingin terjebak dalam perang harga yang berpotensi mengorbankan kualitas dan keberlanjutan bisnis.

Sepanjang tahun ini, Polytron memilih strategi konservatif dengan tidak memasang target pertumbuhan penjualan yang agresif. Fokus utama diarahkan pada edukasi konsumen agar memahami manfaat, kecocokan produk, serta aspek jangka panjang dari penggunaan kendaraan listrik.

Menurut Tekno, harga murah bukan satu-satunya indikator kualitas kendaraan listrik, terlebih jika produk tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi penggunaan di Indonesia.

Pendekatan ini diyakini dapat membangun kepercayaan konsumen secara bertahap, sekaligus memperkuat posisi merek dalam jangka panjang.

Bangun Pasar dengan Pendekatan Maraton

Polytron juga menegaskan bahwa peningkatan pangsa pasar harus berjalan seiring dengan kesiapan layanan purna jual dan jaringan distribusi. Perusahaan saat ini masih mengembangkan jaringan diler resmi secara bertahap, dengan pendekatan konsultatif kepada calon konsumen.

“Kami yakin persaingan di mobil ini akan cukup panjang, akan maraton, dan kami tidak mau kehabisan nafas dulu di awal-awal,” imbuh Tekno.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Polytron tidak ingin terburu-buru mengikuti strategi ekspansi cepat yang dilakukan sejumlah merek lain. Perusahaan lebih memilih membangun fondasi bisnis yang kuat, mulai dari pemahaman konsumen, kesiapan layanan, hingga kesinambungan produk.

Dengan sinyal peluncuran mobil listrik baru ini, Polytron menunjukkan komitmennya untuk tetap menjadi bagian dari transformasi industri otomotif nasional. Namun, langkah tersebut akan ditempuh dengan perhitungan matang, sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia.

Terkini