Kunjungan Prabowo ke London Tandai Peluncuran Kemitraan Strategis Indonesia Inggris

Selasa, 20 Januari 2026 | 14:31:59 WIB
Kunjungan Prabowo ke London Tandai Peluncuran Kemitraan Strategis Indonesia Inggris

JAKARTA - Agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke London menjadi sorotan diplomatik penting pada awal 2026. 

Lawatan ini tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan bilateral rutin, tetapi juga diproyeksikan menjadi momentum strategis bagi Indonesia dan Inggris dalam memperkuat hubungan jangka panjang. Salah satu capaian utama yang diharapkan lahir dari kunjungan tersebut adalah peluncuran resmi Kemitraan Strategis antara kedua negara.

Pemerintah Inggris memandang kemitraan ini sebagai tonggak baru dalam hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin baik. Melalui kerangka kerja sama yang lebih terstruktur dan komprehensif, Indonesia dan Inggris berupaya memperluas kolaborasi lintas sektor, mulai dari isu pertahanan hingga tantangan global seperti perubahan iklim.

Dubes Inggris: Kunjungan Prabowo Berbuah Kesepakatan Penting

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris diharapkan menghasilkan capaian konkret berupa peluncuran Kemitraan Strategis RI–Inggris. Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang telah disepakati oleh kedua pemimpin negara dalam pertemuan sebelumnya.

“Ketika Presiden Prabowo dan PM Starmer terakhir kali bertemu di London, mereka berkomitmen untuk meluncurkan Kemitraan Strategis antara kedua negara guna mempererat hubungan secara lebih menyeluruh. Inilah dokumen utama dan inisiatif kunci yang kami luncurkan dalam kunjungan kali ini,” ujar Jermey.

Ia menegaskan bahwa kemitraan strategis ini dirancang sebagai kerangka kerja sama yang lebih luas dibandingkan pola hubungan bilateral sebelumnya. Dengan pendekatan tersebut, kedua negara diharapkan dapat mengoptimalkan potensi kerja sama yang selama ini belum tergarap sepenuhnya.

Empat Pilar Utama Kemitraan Strategis RI–Inggris

Menurut Jermey, Kemitraan Strategis RI–Inggris akan bertumpu pada empat pilar utama yang mencerminkan kepentingan bersama kedua negara. Pilar pertama adalah pertahanan dan keamanan, yang dinilai sebagai fondasi penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Inggris.

Kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan mencakup berbagai aspek, mulai dari dialog strategis hingga penguatan kapasitas dan stabilitas kawasan. Pilar ini dipandang krusial dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Pilar kedua adalah pertumbuhan ekonomi, yang disebut sebagai prioritas bersama bagi Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Melalui pilar ini, kedua negara berupaya memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan yang saling menguntungkan.

Selain itu, kemitraan strategis juga mencakup pilar masyarakat dan sosial. Pilar ini menekankan pentingnya hubungan antarmasyarakat, pendidikan, kebudayaan, serta pertukaran sumber daya manusia sebagai fondasi hubungan jangka panjang.

Pilar keempat adalah iklim, energi, dan alam. Pilar ini menegaskan komitmen Indonesia dan Inggris dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, mendorong transisi energi bersih, serta melindungi lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Kerangka Jangka Panjang dengan Tindak Lanjut Konkret

Peluncuran Kemitraan Strategis RI–Inggris diharapkan tidak berhenti pada pernyataan bersama atau simbol diplomatik semata. Pemerintah Inggris menekankan bahwa kemitraan ini dirancang sebagai kerangka kerja jangka panjang yang memiliki mekanisme tindak lanjut konkret di berbagai sektor kerja sama.

Dengan adanya kerangka tersebut, setiap pilar diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program, proyek, dan kebijakan yang nyata. Hal ini mencakup kerja sama teknis, peningkatan dialog kebijakan, serta kolaborasi lintas institusi antara kedua negara.

Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan bahwa kemitraan strategis benar-benar memberikan manfaat nyata, baik bagi pemerintah maupun masyarakat Indonesia dan Inggris. Selain itu, kerja sama yang terstruktur juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan dan kepastian dalam hubungan bilateral.

Momentum Diplomasi Baru Indonesia dan Inggris

Rencana peluncuran Kemitraan Strategis ini menandai babak baru dalam hubungan Indonesia dan Inggris di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer. Kedua negara memandang kemitraan ini sebagai langkah penting untuk menjawab tantangan global sekaligus memanfaatkan peluang kerja sama yang semakin terbuka.

“Inilah dokumen utama dan inisiatif kunci yang kami luncurkan dalam kunjungan kali ini. Kemitraan tersebut mencakup empat pilar, yaitu Pertahanan dan Keamanan; Pertumbuhan Ekonomi, yang menjadi prioritas bagi kedua pemimpin; Masyarakat dan Sosial; serta Iklim, Energi, dan Alam,” pungkas Jermey.

Dengan diluncurkannya kemitraan strategis tersebut, Indonesia dan Inggris diharapkan mampu memperkuat posisi masing-masing di kancah internasional, sekaligus membangun hubungan bilateral yang lebih solid, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Terkini