Tips memulai investasi saham untuk pemula merupakan hal yang wajib dipahami oleh siapa saja yang baru terjun ke dunia trading.
Saham saat ini menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik, terutama bagi mereka yang baru memulai perjalanan di bidang ini.
Hal ini tidak lepas dari karakteristik saham sebagai instrumen investasi yang menawarkan peluang keuntungan dengan persentase yang relatif tinggi.
Namun, di balik peluang tersebut, ada beberapa poin penting yang harus dipahami sebelum memulai investasi saham.
Berikut adalah penjelasan lengkapnya terkait tips memulai investasi saham untuk pemula, yang telah dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.
Apa Itu Investasi Saham?
Saham merupakan bentuk penyertaan modal yang dilakukan oleh individu atau entitas terhadap suatu perusahaan. Investasi saham sendiri adalah bentuk dari penanaman modal yang dilakukan pada saham tersebut.
Sebagai pemegang saham, seorang investor memiliki klaim atas aset perusahaan dan berhak untuk ikut serta dalam rapat perusahaan yang diadakan.
Tujuan utama dari investasi ini adalah untuk mempersiapkan dana yang dibutuhkan di masa depan. Lalu, kapan sebenarnya kamu bisa mulai berinvestasi saham?
Ciri-ciri seseorang yang siap untuk berinvestasi saham antara lain adalah memiliki penghasilan yang lebih besar daripada pengeluaran, bebas dari utang baik konsumtif maupun produktif, serta sudah terbiasa menyisihkan dana untuk simpanan darurat.
Tips Memulai Investasi Saham untuk Pemula
Berikut adalah beberapa tips memulai investasi saham untuk pemula yang bisa kamu pertimbangkan sebelum mulai berinvestasi di pasar saham:
1. Pelajari saham terlebih dahulu
Sebelum terjun lebih jauh, pastikan untuk memahami terlebih dahulu mengenai saham. Pelajari jenis saham, risiko yang ada, serta potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari instrumen investasi ini.
Penting untuk menguasai pengetahuan dasar tentang investasi saham dan istilah-istilah teknis yang sering digunakan. Kamu bisa memperdalam pemahaman melalui buku, media sosial, atau video di internet.
Selain itu, berdiskusi dengan komunitas atau orang yang sudah berpengalaman juga dapat memperluas wawasanmu.
2. Pilih perusahaan sekuritas
Saat ini, banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan layanan untuk membantu kamu dalam melakukan transaksi saham. Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda terkait biaya transaksi.
Namun, biaya bukan satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan; pelayanan yang diberikan juga harus menjadi perhatian. Setelah memilih perusahaan sekuritas, kamu bisa membuka rekening sahammu.
Beberapa perusahaan bahkan menawarkan kemudahan dengan modal awal yang rendah, bahkan mulai dari seratus ribu rupiah. Jika kamu memilih aplikasi trading, pastikan aplikasi tersebut terdaftar di OJK dan memiliki rekam jejak yang baik.
3. Gunakan idle cash atau uang dingin
Meskipun saham menawarkan potensi keuntungan yang tinggi, risikonya juga tidak kalah besar. Salah satu prinsip dalam manajemen keuangan adalah hanya menggunakan uang dingin untuk berinvestasi.
Artinya, uang yang digunakan untuk investasi tidak akan mengganggu anggaran kebutuhan sehari-hari atau pos pengeluaran penting lainnya. Hindari menggunakan dana yang berasal dari utang.
Jika sudah mempersiapkan dana yang cukup, mulailah berinvestasi secara bertahap. Gunakan modal kecil terlebih dahulu, bukan sekaligus, untuk meminimalisir risiko dan lebih memahami dinamika pasar saham.
4. Membuat perencanaan trading
Perencanaan yang matang sangat diperlukan oleh setiap trader sebelum melakukan transaksi saham di Bursa Efek.
Rencana trading ini mencakup beberapa aspek penting, seperti daftar saham yang akan diperdagangkan, titik entry (waktu yang tepat untuk membeli), titik exit (waktu yang tepat untuk menjual), dan titik cut loss (batasan harga saham yang harus dijual jika turun).
Setelah membuat rencana trading, penting untuk tetap disiplin dalam menjalankannya. Hindari mengambil keputusan berdasarkan emosi semata.
Dengan disiplin mengikuti rencana yang sudah disusun, kamu akan lebih berpeluang memperoleh hasil yang optimal.
5. Investasikan dana pada perusahaan yang tepat
Jangan terburu-buru dalam membeli saham, pastikan kamu telah melakukan riset mendalam mengenai saham yang akan dipilih. Cek kualitas saham, rekam jejak perusahaan, laporan keuangan, serta berbagai faktor lainnya.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat indeks saham seperti IDX30 dan LQ45 yang dapat menjadi acuan karena saham-saham dalam indeks ini memiliki fundamental perusahaan yang kuat dan likuiditas tinggi, yang sering disebut dengan saham blue chip.
Selain itu, penting untuk mendiversifikasi portofolio saham dengan membeli saham dari beberapa sektor berbeda guna mengelola risiko investasi.
6. Pelajari analisis saham
Seiring berjalannya waktu, kamu akan lebih terbiasa dengan fluktuasi harga saham. Namun, trading saham tidak hanya bergantung pada insting, tetapi harus didasarkan pada analisis yang cermat.
Nilai saham suatu perusahaan dapat diprediksi dengan cara mempelajari laporan keuangan dan kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, serta mengikuti perkembangan terkini melalui berita dan informasi yang ada.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam, kamu bisa memilih saham yang tepat untuk dibeli, yang berpotensi memberikan return yang maksimal. Ingat, hindari membeli saham hanya karena ikut-ikutan atau FOMO (fear of missing out).
7. Realistis dan tidak emosi ketika berinvestasi
Selalu bersikap realistis dalam berinvestasi. Ingatlah bahwa tidak ada yang bisa dicapai secara instan dalam proses investasi. Mencapai tujuan investasi membutuhkan waktu dan usaha yang konsisten.
Hindari berharap mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, karena itu bisa berisiko. Selain itu, ekspektasi yang terlalu tinggi sering kali memicu emosi yang berlebihan dalam pengambilan keputusan.
Keterikatan emosional yang berlebihan terhadap suatu perusahaan juga tidak disarankan. Tetaplah berpegang pada data dan informasi yang akurat sebagai dasar dalam setiap keputusan investasi.
Keuntungan dan Kerugian Investasi Saham
Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian yang perlu dipahami terkait investasi saham.
1. Keuntungan Investasi Saham
Investasi saham memberikan berbagai keuntungan yang cukup menarik, di antaranya:
a. Dividen yang Dihasilkan
Bagi pemegang saham, dividen menjadi salah satu keuntungan utama dari investasi saham. Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki.
Pembayaran dividen biasanya dilakukan dalam bentuk saham tambahan, bukan uang tunai, yang berimbas pada pengurangan laba yang ditahan serta kas yang tersedia untuk perusahaan.
Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar pula dividen yang akan diterima setiap tahunnya.
b. Diversifikasi Saham
Diversifikasi merupakan strategi yang bertujuan untuk mengurangi risiko dengan membagi dana ke berbagai instrumen keuangan, sektor industri, dan kategori lainnya.
Dengan melakukan diversifikasi saham, seorang investor dapat meminimalkan potensi kerugian yang berasal dari satu produk investasi yang merugi.
Strategi ini juga berfungsi untuk menyeimbangkan portofolio investasi dan meningkatkan peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik.
c. Ikut Memiliki Perusahaan
Dengan berinvestasi di saham, seseorang dapat menjadi bagian dari pemilik perusahaan. Kepemilikan saham yang signifikan memberikan pengaruh lebih besar dalam proses pengambilan keputusan di perusahaan tersebut.
Beberapa perusahaan bahkan menawarkan saham kepada karyawan mereka sebagai bentuk insentif untuk meningkatkan loyalitas dan rasa memiliki terhadap perusahaan.
d. Sistem Pasar Saham yang Transparan
Salah satu kelebihan dari investasi saham adalah adanya transparansi pasar yang memungkinkan investor untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai harga dan penilaian saham.
Sistem pasar yang terbuka ini memberikan rasa aman karena dana yang diinvestasikan tidak akan terbuang sia-sia atau terhambat oleh masalah internal perusahaan.
e. Pasar Saham Ternama Global
Investasi saham tidak terbatas pada pasar domestik saja. Dengan adanya akses ke bursa saham global, investor dapat menanamkan dananya pada pasar saham terkenal di luar negeri.
Banyak perusahaan yang sedang berkembang dan membutuhkan pembiayaan membuka peluang bagi investor untuk membeli saham mereka dengan harga yang relatif murah, yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar di masa depan.
2. Kerugian Investasi Saham
Walaupun investasi saham menawarkan potensi keuntungan yang menarik, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, yaitu:
a. Tidak Mendapatkan Dividen
Dividen biasanya dibagikan oleh perusahaan yang memiliki kinerja baik. Namun, jika kinerja perusahaan menurun atau perusahaan mengalami kerugian, pembagian dividen bisa saja tidak dilakukan.
Akibatnya, pemegang saham tidak mendapatkan dividen seperti yang diharapkan.
b. Capital Loss
Capital loss terjadi ketika investor menjual saham dengan harga lebih rendah daripada harga pembelian. Ini adalah kebalikan dari capital gain, di mana keuntungan diperoleh jika saham dijual dengan harga lebih tinggi.
Kerugian ini dapat mengurangi nilai investasi secara keseluruhan dan menjadi salah satu risiko utama dalam investasi saham.
c. Risiko Likuidasi
Jika perusahaan mengalami kebangkrutan atau dilikuidasi, pemegang saham memiliki klaim terakhir terhadap aset perusahaan setelah semua kewajiban lainnya diselesaikan.
Dalam skenario terburuk, jika tidak ada aset yang tersisa setelah pembayaran utang, pemegang saham tidak akan menerima apa pun.
Likuidasi adalah proses pembubaran perusahaan, di mana aset dijual untuk melunasi utang, dan sisa dana didistribusikan kepada pemegang saham.
d. Risiko Delisting
Risiko delisting terjadi ketika saham dihapus dari daftar Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika saham tidak lagi terdaftar di bursa, investor harus menjual saham tersebut, sering kali tanpa memperhatikan harga pasar.
Delisting dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi persyaratan bursa atau keputusan perusahaan itu sendiri. Proses ini dapat bersifat sukarela (voluntary delisting) atau dipaksakan (forced delisting).
Sebagai penutup, dengan memahami tips memulai investasi saham untuk pemula, kamu bisa lebih siap menghadapi tantangan sekaligus memaksimalkan peluang di dunia investasi.