MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Bidik Ekspansi Bisnis Karbon

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 02 Juli 2026
MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Bidik Ekspansi Bisnis Karbon
PT Mutuagung Lestari Tbk raih pendanaan Rp 29,9 miliar melalui private placement untuk ekspansi bisnis karbon. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) memperoleh pendanaan sebesar Rp 29,9 miliar melalui aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement

Berdasarkan laman keterbukaan informasi, perusahaan penyedia jasa pengujian laboratorium dan sertifikasi ini akan menerbitkan 309.278.300 lembar saham baru. Harga pelaksanaan dipatok pada angka Rp 97 per saham, sehingga total dana yang berhasil dihimpun perseroan berjumlah Rp 29.999.995.100 atau sekitar Rp 29,9 miliar.

Direktur Keuangan PT Mutuagung Lestari Tbk, Sumarna menjelaskan, dana hasil private placement ini akan dialokasikan untuk memperkuat kapasitas perseroan melalui perluasan laboratorium di sektor Halal dan Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance (TICVA), serta mempercepat pengembangan bisnis karbon guna mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia.

"Penguatan permodalan ini diposisikan sebagai enabler untuk mendorong pertumbuhan pada dua sektor strategis tersebut, bukan sebagai tujuan akhir," katanya, dikutip Rabu (1/7/2026).

PT Samala Serasi Utama tercatat sebagai penyerap porsi terbanyak dengan mengambil 103.092.700 saham. Sementara itu, PT Bumi Hijau Sedaya menyerap 41.237.100 saham.

Interra Resources Limited, perusahaan energy & resources yang terdaftar di Bursa Singapura (SGX), turut menanamkan modal di MUTU lewat anak usahanya di Indonesia. Mereka mempercayakan MUTU untuk membangun platform keberlanjutan (renewables).

Andreas Tjahjadi dan Leonard Tanubrata, yang telah lama mengikuti perjalanan MUTU melalui berbagai skema investasi, kembali berpartisipasi dalam aksi private placement ini. Selain itu, terdapat nama Ridzki Kramadibrata, seorang wirausahawan climate-tech sekaligus mantan Presiden Grab Indonesia.

Sandiaga Uno, selaku investor dari PT Samala Serasi Utama, mengungkapkan bahwa investasi ini merupakan wujud komitmen untuk mendorong percepatan transformasi ekonomi hijau di Indonesia. Ia memandang MUTU sebagai institusi dengan peran krusial dalam membentuk ekosistem ekonomi berkelanjutan di tanah air. 

Melalui layanan sertifikasi, pengujian, dan verifikasi, MUTU menjadi salah satu enabler vital bagi penerapan standar keberlanjutan di berbagai sektor industri.

"Investasi ini bukan sekadar keputusan bisnis, tetapi juga bentuk dukungan kami terhadap akselerasi transformasi ekonomi hijau nasional yang semakin membutuhkan tata kelola, transparansi, dan kepatuhan terhadap standar global," kata Sandiaga Uno.

Meski demikian, manajemen MUTU memastikan bahwa seluruh investor tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi, baik dalam aspek manajemen maupun kepemilikan saham, dengan pemegang saham pengendali, pemegang saham utama, serta jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua