Pertamina Gandeng Halliburton Genjot Produksi Migas di Houston
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan memperluas kolaborasi global untuk memacu performa di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).
Dalam agenda strategis di Houston, Amerika Serikat, Pertamina dan Halliburton melakukan penyelarasan teknologi demi meningkatkan efektivitas operasional hulu. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang disepakati pada Februari lalu, dengan fokus pada penyusunan peta jalan implementasi yang lebih nyata.
Kedua perusahaan memberikan perhatian khusus pada optimalisasi nilai ekonomi multistage fracturing (MSF) serta percepatan monetisasi sumber daya migas non-konvensional di Indonesia, mengadopsi pengalaman operasional Halliburton di Amerika Serikat.
Baca JugaKebijakan Cofiring Biomassa DitaksirHanya Perpanjang Umur PLTU
Oki menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dan model eksekusi lapangan menjadi faktor krusial dalam memaksimalkan potensi reservoir kompleks di tanah air.
“Pertamina berfokus pada penerapan teknologi dan model operasi yang tepat untuk meningkatkan kinerja hulu. Melalui kolaborasi dengan pemimpin teknologi global seperti Halliburton, kami menargetkan optimalisasi keekonomian MSF serta percepatan pengembangan sumber daya non-konvensional di Indonesia,” ujarnya.
Mewakili Halliburton, Senior Vice President of Production Enhancement, Eric Holley, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung upaya peningkatan produksi Pertamina.
"Halliburton berkomitmen kuat untuk berkolaborasi dengan Pertamina dalam meningkatkan produksi migas Indonesia. Kami siap menghadirkan kapabilitas terbaik kami di bidang fracturing dan production enhancement untuk mendukung Pertamina dalam memonetisasi Low Quality Reservoirs melalui MSF, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekosistem sumber daya non-konvensional Indonesia secara lebih luas,” ujarnya.
Menindaklanjuti MoU tersebut, Pertamina dan Halliburton tengah mengkaji inisiatif masa depan, termasuk penggunaan agentic AI untuk interpretasi bawah permukaan dan pemodelan reservoir, serta pengembangan Unconventional Early Development Concept (EDC).
Sinergi ini diproyeksikan mampu menyokong program percontohan, alih teknologi, hingga operasional hulu berbasis digital. Pertamina berkomitmen memajukan kerja sama terstruktur ini demi efisiensi dan menjaga stabilitas energi Indonesia jangka panjang.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












