Jumat, 03 April 2026

Penyaluran KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun per Februari 2026, UMKM Makin Terdorong

Penyaluran KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun per Februari 2026, UMKM Makin Terdorong
Penyaluran KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun per Februari 2026, UMKM Makin Terdorong

JAKARTA - Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terus dilakukan melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Salah satu langkah konkret terlihat dari percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sejak awal tahun 2026.

Hingga akhir Februari 2026, realisasi penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp31,42 triliun. Angka tersebut setara dengan 17,46% dari total alokasi KUR BRI sepanjang tahun ini yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp180 triliun. Penyaluran tersebut juga telah menjangkau sekitar 643 ribu debitur UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga

Update Harga Emas Antam Hari ini, 3 April 2026 Turun Rp65.000 Hari Ini, Cek Rinciannya Lengkap

Capaian ini menunjukkan komitmen BRI dalam mempercepat akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis. Penyaluran KUR menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga daya tahan sektor riil sekaligus memperluas kesempatan usaha masyarakat.

Fokus pada Sektor Produktif dan Strategis

Selain mengejar target penyaluran, BRI juga menekankan pentingnya kualitas pembiayaan. Penyaluran KUR diarahkan ke sektor-sektor produktif yang dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 64,13% dari total penyaluran KUR BRI disalurkan ke sektor produksi. Sektor-sektor tersebut meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya.

Dari berbagai sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran KUR. Nilai pembiayaan untuk sektor ini mencapai Rp13,25 triliun atau setara 42,18% dari total KUR yang telah disalurkan.

Dominasi sektor pertanian dalam penyaluran KUR mencerminkan komitmen BRI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan akses pembiayaan yang lebih luas, diharapkan pelaku usaha di sektor ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di dalam negeri.

Komitmen BRI dalam Mendukung UMKM Nasional

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menegaskan bahwa perseroan secara konsisten mengambil peran dalam mendukung agenda prioritas pemerintah. Salah satu fokus utama adalah memperkuat sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“BRI akan terus berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan," ujar Hery dalam siaran pers, Kamis (2/4).

Pendekatan ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya berperan sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha. Dengan adanya pendampingan, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas skala bisnis, serta meningkatkan daya saing di pasar.

Debitur Naik Kelas dan Dampak Sosial Ekonomi

Salah satu indikator keberhasilan program KUR tidak hanya dilihat dari jumlah penyaluran, tetapi juga dari peningkatan kualitas debitur. Dalam hal ini, BRI mencatat adanya peningkatan jumlah debitur yang berhasil “naik kelas”.

Hingga Februari 2026, sebanyak 213 ribu debitur KUR BRI tercatat berhasil naik kelas. Jumlah tersebut setara dengan 22,23% dari total target tahun 2026 yang mencapai 962 ribu debitur.

Peningkatan jumlah debitur yang naik kelas menunjukkan bahwa program KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga mampu mendorong transformasi usaha. Pelaku UMKM yang sebelumnya berada di skala kecil dapat berkembang menjadi usaha yang lebih besar dan berkelanjutan.

Selain itu, penyaluran KUR juga memiliki dampak sosial yang signifikan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan berkembangnya usaha kecil, maka peluang kerja di berbagai sektor juga ikut meningkat.

Penyaluran KUR yang Prudent dan Berkelanjutan

Dalam menjalankan program KUR, BRI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Hal ini penting mengingat KUR merupakan kredit yang bersumber dari dana perbankan, yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat.

Hery Gunardi menegaskan bahwa penyaluran KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kualitas kredit tetap terjaga dan risiko kredit bermasalah dapat diminimalisir.

Selain itu, BRI juga mencatat peningkatan jangkauan KUR terhadap rumah tangga. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 18 rumah tangga per 100 rumah tangga pada 2025, serta 17 rumah tangga pada 2024.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan semakin inklusif dan merata. Semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan KUR untuk mengembangkan usaha mereka.

Ke depan, BRI optimistis penyaluran KUR akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi. Dengan strategi yang tepat, serta dukungan pemerintah, program KUR diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat fondasi UMKM di Indonesia.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS Hari Ini, Simak Proyeksi dan Sentimen Pekan Depan

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS Hari Ini, Simak Proyeksi dan Sentimen Pekan Depan

Resmi Dirilis BEI, Ini Daftar 9 Saham dengan Kepemilikan Tinggi

Resmi Dirilis BEI, Ini Daftar 9 Saham dengan Kepemilikan Tinggi

Keuangan Syariah dan Sektor Riil Diproyeksi Tumbuh Bersama Lebih Kuat

Keuangan Syariah dan Sektor Riil Diproyeksi Tumbuh Bersama Lebih Kuat

5 Mie Ayam Enak di Tebet untuk Makan Siang: Murah, Porsi Besar, dan Bikin Kenyang!

5 Mie Ayam Enak di Tebet untuk Makan Siang: Murah, Porsi Besar, dan Bikin Kenyang!

Kinerja Moncer Nobu Bank 2025, Laba Melonjak 46 Persen dan QRIS 2 Juta Merchant

Kinerja Moncer Nobu Bank 2025, Laba Melonjak 46 Persen dan QRIS 2 Juta Merchant