Resep Bubur Biji Salak Khas Banjar, Takjil Tradisional Manis Gurih Bikin Rindu Kampung Halaman
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Takjil berbuka puasa tidak selalu harus berupa hidangan modern atau minuman kekinian.
Di berbagai daerah Indonesia, sajian tradisional justru menjadi menu yang paling dirindukan saat Ramadan tiba. Salah satunya adalah Bubur Biji Salak khas Banjar yang dikenal dengan nama Hintalu Karuang, kudapan sederhana namun sarat makna dan cita rasa.
Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, Hintalu Karuang bukan sekadar bubur manis. Hidangan ini sering menghadirkan kenangan kampung halaman, suasana keluarga, dan momen berbuka yang hangat. Tekstur bola ketan yang kenyal berpadu dengan kuah santan gula merah yang kental dan gurih membuatnya selalu dinantikan, baik sebagai takjil maupun sajian sarapan.
Baca JugaPanduan Lengkap Cara Membuat Tepung Beras Sendiri di Rumah dengan Mudah dan Ekonomis
Nama Hintalu Karuang sendiri memiliki filosofi unik. Dalam bahasa Banjar, hintalu berarti telur, sedangkan karuang adalah sejenis burung yang hidup di hutan Kalimantan. Penyebutan ini merujuk pada bentuk bola-bola ketan kecil yang menyerupai telur burung, menjadi ciri khas utama hidangan ini.
Mengenal Hintalu Karuang, Bubur Biji Salak Versi Banjar
Jika di Jawa dikenal Bubur Biji Salak, maka Kalimantan Selatan memiliki versi serupa yang tidak kalah istimewa. Hintalu Karuang menawarkan sensasi rasa manis-gurih yang lebih kuat, terutama berkat penggunaan santan kental dan tambahan telur dalam kuahnya.
Keistimewaan lainnya terletak pada tekstur kuah yang berserat halus dan lebih pekat. Perpaduan ini menjadikan Hintalu Karuang terasa mengenyangkan, cocok dinikmati setelah seharian berpuasa. Tak heran jika hidangan ini kerap hadir di meja makan saat Ramadan maupun acara keluarga.
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapkan
Agar rasa dan tekstur tetap autentik, berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:
1. Bola Ketan (Hintalu):
Tepung ketan: 200 gram
Tepung beras: 50 gram (untuk memberi tekstur agar tidak terlalu lembek)
Air kapur sirih: 1 sendok teh (opsional, untuk hasil lebih kenyal)
Air hangat: secukupnya (dituangkan bertahap hingga adonan kalis)
Garam: sejumput
2. Kuah Santan Gula Merah:
Gula merah/gula aren: 150 gram, disisir halus
Santan: 700 ml (sesuaikan kekentalan sesuai selera)
Gula pasir: 2 sendok makan
Daun pandan: 2 lembar, ikat simpul
Garam: ½ sendok teh
Telur bebek atau ayam: 1 butir, kocok lepas
Telur inilah yang menjadi rahasia utama kuah Hintalu Karuang khas Banjar, karena mampu menghasilkan tekstur kental dan rasa gurih yang berbeda dari bubur biji salak pada umumnya.
Langkah-Langkah Membuat Hintalu Karuang
Proses pembuatannya tergolong mudah dan bisa dilakukan di rumah dengan peralatan sederhana:
Membentuk Bola Ketan
Campurkan tepung ketan, tepung beras, dan garam. Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan bisa dibentuk. Ambil sedikit adonan, lalu bulatkan sebesar kelereng. Sisihkan.
Memasak Kuah Santan
Rebus santan bersama gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan. Aduk terus agar santan tidak pecah hingga mendidih dan gula larut sempurna. Jika perlu, saring kuah agar bersih dari kotoran gula merah.
Merebus Bola Ketan
Masukkan bola-bola ketan ke dalam kuah yang sedang mendidih. Masak hingga bola ketan mengapung, menandakan adonan telah matang sempurna.
Sentuhan Akhir Kuah Kental
Kecilkan api, lalu tuangkan telur kocok secara perlahan sambil diaduk cepat. Teknik ini akan menghasilkan serat halus pada kuah dan membuat teksturnya semakin kental serta gurih.
Sajikan
Angkat Hintalu Karuang dan sajikan selagi hangat agar aroma dan rasanya lebih maksimal.
Tips Agar Hintalu Karuang Lebih Nikmat
Agar hasilnya mendekati cita rasa khas Banjar, perhatikan beberapa tips berikut:
Gunakan gula aren asli untuk mendapatkan warna cokelat pekat dan aroma khas yang lebih kuat.
Ukuran bola ketan jangan terlalu besar agar matang merata hingga ke bagian dalam.
Aduk santan secara konsisten saat dimasak agar tidak pecah dan tetap lembut.
Tuangkan telur di api kecil agar serat kuah terbentuk halus dan tidak menggumpal.
Takjil Tradisional yang Selalu Dirindukan
Hintalu Karuang bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang tradisi dan kenangan. Sajian ini menjadi bukti bahwa kuliner daerah memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, terutama saat Ramadan. Dengan bahan sederhana dan cara pembuatan yang praktis, Bubur Biji Salak khas Banjar ini bisa menjadi pilihan takjil hangat yang menghadirkan rasa rindu kampung halaman di setiap suapan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
100 Kata Mutiara Ramadhan Penuh Makna tentang Keikhlasan Puasa dan Kesabaran
- Selasa, 03 Maret 2026
Redmi A7 Pro Resmi Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harga Terbarunya
- Selasa, 03 Maret 2026
Berita Lainnya
5 Rekomendasi Tempat Makan Murah di Jogja untuk Buka Puasa Ramadan 2026
- Selasa, 03 Maret 2026
Panduan Lengkap Cara Menggoreng Bawang Putih agar Renyah dan Tidak Lembek
- Selasa, 03 Maret 2026
15 Camilan Sehat yang Kaya Magnesium dan Kalium untuk Turunkan Tekanan Darah
- Selasa, 03 Maret 2026












