Kamis, 07 Mei 2026

Kemenpar Prioritaskan Pemulihan Sungai Lokop Pasca Banjir Bandang Aceh

Kemenpar Prioritaskan Pemulihan Sungai Lokop Pasca Banjir Bandang Aceh
Kemenpar Prioritaskan Pemulihan Sungai Lokop Pasca Banjir Bandang Aceh

JAKARTA - Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh meninggalkan dampak besar, bukan hanya pada permukiman warga dan infrastruktur dasar, tetapi juga pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Salah satu destinasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Destinasi yang dikenal dengan keindahan alamnya itu kini berubah drastis, bahkan tidak lagi bisa difungsikan sebagai objek wisata.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan bahwa Sungai Lokop akan masuk dalam prioritas pemulihan destinasi wisata pasca bencana. Pemulihan ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik kawasan wisata, tetapi juga mencakup penguatan mitigasi bencana, peningkatan kesiapsiagaan, serta strategi menjaga citra pariwisata di tengah situasi darurat.

Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembalikan fungsi destinasi yang selama ini menjadi favorit wisatawan. Sungai Lokop, yang sebelumnya memiliki titi gantung dan menawarkan pengalaman wisata alam, kini mengalami perubahan bentang alam yang signifikan sehingga membutuhkan penanganan serius dan terukur.

Baca Juga

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami dan Medis

Sungai Lokop Rusak Paling Parah, Kini Tak Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa destinasi wisata Sungai Lokop merupakan salah satu yang terdampak banjir bandang paling parah. Kerusakan yang terjadi bukan sekadar pada fasilitas pendukung, melainkan pada kondisi alamnya yang berubah total.

Destinasi wisata yang memiliki titi gantung dan selama ini menjadi favorit wisatawan, kini berubah menjadi lapangan pasir. Perubahan tersebut terjadi bersamaan dengan bergesernya bentang alam akibat terjangan banjir bandang.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa Sungai Lokop bukan hanya mengalami kerusakan biasa, melainkan kehilangan karakter utama yang selama ini menjadi daya tarik. Hal ini tentu berdampak pada aktivitas wisata, perputaran ekonomi lokal, serta mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Kemenpar Dorong Sinergi Pemulihan Destinasi di Aceh dan Sekitarnya

Menyikapi kerusakan yang meluas, Kemenpar mendorong semua pihak terkait untuk meningkatkan sinergi dalam pemulihan destinasi wisata. Fokus pemulihan tidak hanya untuk Aceh, tetapi juga mencakup destinasi wisata di Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang sama-sama terdampak banjir bandang.

Pemulihan pariwisata pascabencana dinilai memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, pelaku pariwisata, hingga masyarakat setempat perlu bergerak bersama agar pemulihan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam konteks Sungai Lokop, pemulihan menjadi lebih menantang karena perubahan alur sungai dan bentang alam tidak bisa ditangani hanya dengan perbaikan fasilitas. Dibutuhkan langkah rekonstruksi yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan keselamatan agar destinasi dapat kembali berfungsi tanpa meningkatkan risiko bencana di masa depan.

Penguatan Mitigasi: Jalur Evakuasi hingga Pelatihan SDM Pariwisata

Kemenpar menyatakan upaya pemulihan akan dibarengi dengan penguatan kesiapsiagaan destinasi. Langkah ini penting agar destinasi wisata tidak hanya pulih, tetapi juga lebih siap menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi kembali.

Beberapa upaya yang dilakukan meliputi penyediaan sarana mitigasi bencana, penyiapan jalur evakuasi, pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Upaya tersebut juga dibarengi sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dan pelaku pariwisata. Tujuannya agar semua pihak memiliki kesadaran dan kemampuan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat.

Dengan kesiapsiagaan yang lebih kuat, kawasan wisata diharapkan dapat mengurangi risiko korban dan kerugian jika bencana kembali terjadi. Selain itu, langkah ini juga penting untuk membangun kepercayaan wisatawan bahwa destinasi telah memiliki standar keselamatan yang lebih baik.

Manajemen Krisis dan Tourism Recovery Program untuk Pulihkan Citra

Dalam menjaga citra pariwisata saat terjadi bencana, Kementerian Pariwisata turut menerapkan manajemen krisis kepariwisataan dengan menyediakan informasi. Langkah ini dinilai penting karena pada situasi bencana, informasi yang jelas dan cepat dapat mencegah kesimpangsiuran, sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Selain itu, Kemenpar juga menyiapkan langkah pemulihan destinasi melalui tourism recovery program, pemasangan fasilitas keselamatan, serta promosi ulang destinasi pasca bencana.

Strategi promosi ulang akan dilakukan setelah destinasi kembali siap dikunjungi. Hal ini menjadi bagian penting dari pemulihan sektor pariwisata, sebab setelah bencana biasanya terjadi penurunan minat wisatawan. Dengan promosi yang tepat, destinasi diharapkan dapat kembali menarik pengunjung sekaligus menghidupkan kembali ekonomi lokal.

Disparpora Aceh Timur: 80 Persen Daya Tarik Wisata Terdampak

Sebelumnya, Kepala Disparpora Kabupaten Aceh Timur Syahril menyatakan hampir 80 persen daya tarik wisata di Aceh Timur mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Kerusakan itu terjadi pada destinasi wisata pantai dan wisata alam di aliran sungai, termasuk Sungai Lokop.

Ia menilai dampak banjir bandang terhadap sektor pariwisata di daerah itu cukup luas dan signifikan. Salah satu yang paling terasa adalah perubahan alur Sungai Lokop yang tidak lagi berada di jalur semula.

Terjangan banjir bandang menyebabkan aliran sungai berpindah hingga kaki gunung. Akibatnya, kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan kini tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata.

Sungai Lokop pun menjadi contoh nyata perubahan bentang alam akibat bencana. Destinasi yang dulunya dikenal dengan air jernih dan panorama alam yang indah kini berubah total, sehingga membutuhkan penanganan serius untuk pemulihan.

Syahril juga menyebutkan kerusakan berat terjadi pada sejumlah objek wisata pantai. Di kawasan Matang Rayeuk, PP Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata di sepanjang pantai dilaporkan rusak akibat terjangan banjir dan gelombang laut.

Dengan kerusakan yang meluas tersebut, pemulihan pariwisata Aceh Timur menjadi pekerjaan besar yang memerlukan waktu, dukungan anggaran, dan sinergi lintas pihak. Namun dengan Sungai Lokop sebagai prioritas, pemerintah berharap pemulihan destinasi unggulan dapat menjadi titik awal kebangkitan pariwisata pascabencana di Aceh.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Review Laptop Kerja Terbaik: Rekomendasi Andal untuk Produktivitas

Review Laptop Kerja Terbaik: Rekomendasi Andal untuk Produktivitas

Langkah Membuat CV Menarik Agar Dilirik Rekruter Ternama

Langkah Membuat CV Menarik Agar Dilirik Rekruter Ternama

Resep Masakan Rumahan Simpel untuk Pemula yang Pasti Enak

Resep Masakan Rumahan Simpel untuk Pemula yang Pasti Enak

Cara Cek Sertifikat Tanah Online yang Mudah, Cepat, dan Akurat

Cara Cek Sertifikat Tanah Online yang Mudah, Cepat, dan Akurat

Manfaat Investasi Emas Antam untuk Lindungi Nilai Aset Masa Depan

Manfaat Investasi Emas Antam untuk Lindungi Nilai Aset Masa Depan