TikTok Rilis PineDrama, Aplikasi Khusus Drama Pendek Berdurasi Satu Menit
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - Perkembangan konten video pendek kini tidak lagi berhenti pada hiburan ringan atau video viral semata.
TikTok mengambil langkah baru dengan menghadirkan aplikasi khusus drama pendek bernama PineDrama. Aplikasi ini menjadi sinyal kuat bahwa microdrama—tayangan fiksi berdurasi sangat singkat—mulai dipandang sebagai segmen hiburan yang menjanjikan dan bernilai ekonomi tinggi.
Peluncuran PineDrama dilakukan di Amerika Serikat dan Brasil, dua pasar yang dikenal memiliki konsumsi konten digital tinggi. Lewat aplikasi ini, TikTok mencoba memisahkan pengalaman menonton drama dari aplikasi utamanya, sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi konten cerita berseri dengan format ultra-singkat.
Baca Juga6 Rekomendasi Wisata Edukasi Anak di Jakarta yang Cocok untuk Akhir Pekan
PineDrama Hadir sebagai Rumah Microdrama TikTok
Dilansir dari Tech Crunch pada Senin, PineDrama tersedia untuk perangkat iOS dan Android. Aplikasi ini dapat diunduh dan digunakan secara gratis. Untuk sementara waktu, PineDrama belum menampilkan iklan, meskipun TikTok membuka kemungkinan perubahan model bisnis tersebut di masa mendatang.
PineDrama menyajikan konten microdrama, yakni serial fiksi yang ditayangkan dalam episode berdurasi sekitar satu menit. Setiap cerita dibagi dalam potongan singkat, namun dirancang dengan alur cepat dan konflik instan agar mampu menarik perhatian penonton sejak detik awal.
Pendekatan ini menyesuaikan kebiasaan konsumsi pengguna ponsel yang cenderung menyukai tontonan ringkas, mudah diakses, dan bisa dinikmati di sela-sela aktivitas.
Fitur Aplikasi yang Fokus pada Pengalaman Menonton
Dari sisi tampilan dan navigasi, PineDrama dirancang sederhana namun fungsional. Melalui tab “Discover”, pengguna dapat menemukan berbagai judul drama yang dikurasi dalam kategori “All” dan “Trending”. Selain itu, aplikasi juga memberikan rekomendasi konten yang dipersonalisasi sesuai minat dan kebiasaan menonton pengguna.
Untuk menunjang kenyamanan, PineDrama dilengkapi fitur “Watch history” yang memungkinkan pengguna melanjutkan episode terakhir yang belum selesai ditonton. Sementara itu, fitur “Favorites” memudahkan pengguna menyimpan judul drama favorit untuk diakses kembali di kemudian hari.
Pengguna juga dapat berinteraksi melalui kolom komentar, serupa dengan pengalaman di TikTok utama. Mode layar penuh disediakan untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih imersif, dengan menghilangkan keterangan dan panel samping yang berpotensi mengganggu fokus cerita.
Ragam Genre dan Judul yang Menarik Perhatian
Konten yang tersedia di PineDrama mencakup berbagai genre populer, mulai dari romansa, thriller, hingga drama keluarga. Format cerita dirancang untuk langsung masuk ke konflik utama tanpa pengantar panjang, sehingga penonton terdorong untuk menonton episode berikutnya.
Beberapa judul yang disebut populer antara lain “Love at First Bite” dan “The Officer Fell for Me”. Judul-judul tersebut mencerminkan karakter microdrama yang menonjolkan emosi, ketegangan, dan cliffhanger berkelanjutan.
Pendekatan ini berbeda dengan serial televisi konvensional yang biasanya membangun cerita secara bertahap. Microdrama justru mengandalkan ritme cepat dan kejutan beruntun untuk mempertahankan perhatian penonton.
Strategi TikTok Menghadapi Persaingan Microdrama
Peluncuran PineDrama bukan langkah spontan. Sebelumnya, TikTok telah menambahkan fitur “TikTok Minis” di aplikasi utamanya pada akhir tahun lalu, yang juga menghadirkan konten microdrama. Dengan menghadirkan aplikasi terpisah, TikTok kini secara lebih serius memasuki pasar ini.
Langkah tersebut menempatkan TikTok sebagai pesaing langsung platform microdrama yang telah lebih dulu populer, seperti ReelShort dan DramaBox. Kedua platform tersebut dinilai berhasil menarik audiens karena memahami karakter konsumsi penonton mobile-first.
Alih-alih memadatkan tayangan ala televisi atau film panjang, ReelShort dan DramaBox menyuguhkan cerita dengan konflik sejak awal, emosi intens, serta akhir episode yang menggantung. Formula inilah yang tampaknya diadopsi TikTok melalui PineDrama.
Potensi Besar dan Pelajaran dari Kegagalan Masa Lalu
Industri microdrama sendiri tengah mengalami pertumbuhan pesat. Menurut laporan Variety, sektor ini diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga 26 miliar dolar AS per tahun pada 2030. Angka tersebut menunjukkan bahwa drama pendek bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan peluang bisnis jangka panjang.
Namun, upaya menghadirkan konten cerita berdurasi pendek bukan tanpa risiko. Pada 2020, pendiri DreamWorks sekaligus mantan eksekutif Disney, Jeffrey Katzenberg, meluncurkan platform streaming Quibi dengan pendanaan mencapai 1,75 miliar dolar AS.
Meski didukung aktor Hollywood ternama dan menyajikan episode di bawah 10 menit, Quibi gagal menarik minat pasar dan ditutup hanya enam bulan setelah diluncurkan. Kegagalan tersebut menjadi pelajaran penting bahwa durasi pendek saja tidak cukup tanpa memahami pola konsumsi dan ekspektasi penonton.
Berbeda dari Quibi, pendekatan microdrama modern lebih menekankan cerita cepat, konflik instan, dan keterikatan emosional yang berulang. Dengan basis pengguna yang sangat besar dan pemahaman mendalam terhadap algoritma rekomendasi, TikTok memiliki modal kuat untuk bersaing di segmen ini.
Melalui PineDrama, TikTok tidak hanya memperluas ekosistem kontennya, tetapi juga menegaskan ambisinya menjadi pemain utama dalam evolusi hiburan digital berbasis cerita singkat.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Rekomendasi Tempat Makan Siang Enak di Surabaya Favorit Pekerja Kantoran
- Selasa, 20 Januari 2026
9 Rekomendasi Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Pekalongan, Lengkap Kuliner Khas
- Selasa, 20 Januari 2026
AirAsia Perluas Penerbangan Domestik 2026 Fokus Konektivitas Indonesia Timur
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Infinix Resmi Luncurkan NOTE Edge dan XPAD Edge, Intip Spesifikasi Lengkapnya
- Selasa, 20 Januari 2026











