7 Manfaat Rutin Minum Kombucha Setiap Hari untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
- Senin, 19 Januari 2026
JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, minuman fermentasi semakin mendapat perhatian sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah kombucha.
Minuman berbahan dasar teh ini difermentasi menggunakan kultur bakteri dan ragi, sehingga menghasilkan rasa asam yang khas, sedikit bersoda, dan menyegarkan.
Awalnya, kombucha mungkin hanya dikenal sebagai minuman alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi minuman manis atau beralkohol. Namun seiring waktu, kombucha juga dipercaya memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan probiotik, antioksidan, serta senyawa hasil fermentasi membuat minuman ini tidak sekadar pelepas dahaga, tetapi juga berpotensi mendukung fungsi tubuh secara menyeluruh.
Baca Juga10 Manfaat Tape Singkong Fermentasi Untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Meski demikian, seperti halnya makanan atau minuman lainnya, kombucha tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Jika diminum secara rutin dalam jumlah yang wajar, kombucha dapat memberikan berbagai dampak positif bagi kesehatan. Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa manfaat minum kombucha setiap hari bagi kesehatan tubuh.
1. Membantu Menjaga Kesehatan Usus
Salah satu manfaat utama kombucha berasal dari kandungan probiotiknya. Probiotik merupakan bakteri baik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme di usus. Keseimbangan ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran sistem pencernaan.
Probiotik membantu proses pencernaan makanan dan juga dapat mendukung pengelolaan berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa usus yang sehat mampu mencegah zat berbahaya masuk ke dalam aliran darah. Kondisi tersebut dapat membantu menurunkan peradangan di tubuh serta memperkuat sistem kekebalan tubuh secara alami.
2. Membantu Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Sebagian besar kandungan kombucha adalah air, sehingga minuman ini dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Dengan rasa asam yang segar dan sensasi bersoda alami, kombucha sering kali terasa lebih menarik dibandingkan air putih biasa.
Karena itulah, kombucha kerap dijadikan alternatif yang lebih sehat dibandingkan minuman bersoda atau minuman beralkohol. Selama kandungan gulanya tidak berlebihan, kombucha bisa menjadi pilihan minuman yang membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
3. Mendukung Kesehatan Hati
Kombucha mengandung antioksidan yang berperan dalam melindungi hati dari kerusakan akibat paparan racun. Antioksidan bekerja dengan melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh, termasuk sel hati.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa konsumsi kombucha secara rutin dapat membantu hati memproses dan membuang zat berbahaya dengan lebih efisien. Walaupun kombucha bukan pengobatan untuk penyakit hati, konsumsi dalam jumlah sedang dapat mendukung fungsi hati secara keseluruhan.
4. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Manfaat kombucha juga dikaitkan dengan kesehatan jantung. Kandungan teh di dalam kombucha, terutama jika dibuat dari teh hijau, diketahui memiliki potensi untuk menurunkan risiko penyakit jantung.
Beberapa penelitian pada hewan menemukan bahwa kombucha dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol HDL yang baik bagi kesehatan pembuluh darah. Kombinasi efek ini berperan dalam menjaga sirkulasi darah dan fungsi jantung tetap optimal.
5. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombucha dapat membantu mengatur kadar gula darah. Studi pada hewan menemukan bahwa kombucha mampu memperlambat penyerapan gula, sehingga membantu menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.
Selain itu, penelitian pada manusia juga menunjukkan bahwa konsumsi kombucha dapat membantu menurunkan lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat. Bagi penderita diabetes atau mereka yang perlu mengontrol kadar gula darah, disarankan untuk memilih kombucha dengan kandungan gula yang rendah.
6. Membantu Melawan Bakteri Berbahaya
Selama proses fermentasi, kombucha menghasilkan asam asetat. Senyawa alami ini memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu membunuh bakteri berbahaya dan menghambat pertumbuhannya.
Beberapa studi menunjukkan bahwa senyawa hasil fermentasi kombucha mampu melawan bakteri dan jamur berbahaya, seperti E. coli dan Salmonella. Efek ini membuat kombucha berpotensi membantu tubuh dalam melindungi diri dari infeksi tertentu.
7. Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker
Kombucha juga mengandung antioksidan yang membantu melawan radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh. Kerusakan sel akibat radikal bebas diketahui berperan dalam perkembangan berbagai penyakit, termasuk kanker.
Dalam penelitian laboratorium, kombucha terbukti mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Meski hasil ini cukup menjanjikan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut pada manusia.
Itulah beberapa manfaat minum kombucha setiap hari bagi kesehatan tubuh. Dengan kandungan probiotik, antioksidan, dan senyawa hasil fermentasi, kombucha dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat jika dikonsumsi secara rutin dan dalam porsi yang wajar. Seperti halnya minuman fermentasi lainnya, penting untuk memperhatikan kandungan gula dan reaksi tubuh agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Semoga bermanfaat.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 19 Januari 2026, Waspada Hujan Lebat di Beberapa Wilayah
- Senin, 19 Januari 2026
Pemerintah Tancap Gas Salurkan Beras SPHP, Kuota Pembelian Warga Naik Dua Kali Lipat
- Senin, 19 Januari 2026
4 Manfaat Harian Konsumsi Buah Kiwi untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit Glowing
- Senin, 19 Januari 2026
INKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
11 Rekomendasi Jus Alami Penambah Berat Badan Sehat dari Buah Bernutrisi
- Senin, 19 Januari 2026












