Purwokerto Half Marathon 2026 Meriah, Diikuti 6.000 Pelari

Senin, 18 Mei 2026 | 12:54:56 WIB
Purwokerto Half Marathon 2026. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Ribuan pencinta olahraga lari dari beraneka macam wilayah tampak begitu bersemangat dalam meramaikan pergelaran Purwokerto Half Marathon 2026 di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2026).

Atmosfer kompetisi dirasakan kian semarak berkat keberadaan kelompok penyorak atau cheering team di sepanjang rute yang dilewati.

Kelompok penyorak yang beranggotakan warga setempat, kalangan murid sekolah, komunitas, hingga pegiat seni tersebut konsisten menyuntikkan energi bagi para atlet lari lewat tepuk tangan, sorakan semangat, sajian musik, hingga penggunaan atribut pakaian yang unik.

Tercatat sebanyak 6.000 pelari turut ambil bagian dalam perhelatan olahraga ini. Komposisinya terdiri atas 2.000 pelari pada nomor half marathon 21K, 1.750 kontestan di nomor 10K, 2.000 pelari untuk kelas 5K, serta tidak ketinggalan 250 partisipan di kelas 3K fun run.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turun langsung untuk melepas keberangkatan para pelari di garis start. Ahmad Luthfi pun melayangkan apresiasi atas atensi dari beragam elemen yang telah menyokong keberhasilan ajang akbar ini.

"Terima kasih kepada BRI, BI, Bupati Banyumas, serta seluruh warga Banyumas yang telah hadir merangkai kegiatan half marathon," kata Luthfi, dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Ahmad Luthfi yang pada kesempatan itu ikut berkompetisi di kelas 5K sempat memberikan suntikan motivasi bagi para peserta sesaat sebelum bendera start dikibarkan. Di sisi lain, beberapa kontestan menyatakan bahwa keberadaan kelompok penyorak di sejumlah titik rute sukses mendongkrak semangat lari mereka.

Sementara itu, pelari asal Yogyakarta, Sulendro, menyampaikan pujiannya terhadap pengelolaan Purwokerto Half Marathon 2026. Dirinya yang bersaing pada kelas 5K sukses menembus garis finis dalam kurun waktu 19 menit 33 detik dan menganggap dinamika kompetisi berjalan sangat hidup.

"Pesertanya sangat meriah, ramai, dan fasilitas terutama water station bagus. Lalu lintas steril, jadi pelari tinggal lari dan merasa enjoy," kata Sulendro.

Kontestan di nomor half marathon lainnya, Rahadi, menuturutkan bahwa rombongan penyemangat di Purwokerto Half Marathon menjadi salah satu momen paling berkesan apabila disandingkan dengan ajang lari sejenis yang pernah diikutinya di kawasan Pulau Jawa.

"Saya ikut untuk kedua kalinya. Cheering-nya bagus banget, bikin semangat. Dibanding race yang lain, cheering-nya heboh banget," kata Rahadi.

Ketertarikan serupa juga ditunjukkan oleh penduduk setempat. Peserta pada nomor 10K yang berasal dari Baturraden, Eko, membeberkan bahwa ini menjadi pengalaman pertamanya menjajal kompetisi tersebut. Ia mengaku gembira menyaksikan andil besar masyarakat dalam menyemarakkan jalannya lomba di sepanjang tepi jalan.

"Sebagai warga lokal antusias, karena cheering-nya luar biasa. Semoga ke depan lebih meriah lagi," kata Eko.

Eko pun melayangkan pujian terkait langkah pengamanan serta sterilisasi rute jalan yang mampu memberikan rasa nyaman bagi para pelari. Menurut pandangannya, kegiatan seperti ini memiliki peran krusial dalam memutar roda perekonomian masyarakat.

"Harapannya UMKM lebih maju lagi dan lebih ramai," ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, mengutarakan bahwa Purwokerto Half Marathon tidak sekadar dipandang sebagai agenda olahraga semata, melainkan menjadi pilar dalam memajukan sektor sport tourism di wilayah Jawa Tengah.

"Kegiatan ini bagian dari sport tourism yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," katanya.

Menurut penjelasannya, perlombaan lari semacam ini juga menjadi medium efektif dalam mengampanyekan pola hidup sehat kepada masyarakat luas. Ditambah lagi, kehadiran para pelari dari luar provinsi diharapkan bisa mendongkrak angka kunjungan pelancong ke Purwokerto.

Sumarno menambahkan bahwa geliat ekonomi di Jawa Tengah salah satunya disokong oleh sektor konsumsi. Oleh sebab itu, rangkaian agenda yang mampu menarik animo pengunjung dari luar daerah dinilai bernilai penting demi menstimulasi perputaran finansial di tingkat daerah.

"Minimal mereka menginap di hotel, makan, dan harapannya berbelanja untuk UMKM di Purwokerto," ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng menaruh harapan agar momentum libur panjang (long weekend) ini dapat memicu para pelari beserta pendampingnya untuk tidak sekadar mampir sehari saja di Purwokerto, melainkan bersedia tinggal lebih lama agar membawa pengaruh positif pada okupansi hotel, usaha kuliner, pelaku UMKM, hingga objek-objek wisata.

Beralih ke aspek finansial, Pemprov Jawa Tengah memproksimasikan peredaran uang dari pergelaran Purwokerto Half Marathon 2026 mampu mengalami eskalasi jika berkaca pada dua edisi terdahulu. Pada periode 2024, pergerakan ekonomi tercatat berada di kisaran Rp 6,4 miiliar, yang kemudian merangkak naik menyentuh angka Rp 8,5 miliar pada musim 2025.

"Tahun 2026 ini harapannya menjadi Rp10 miiliar. Mudah-mudahan berhasil, bahkan lebih dari itu," pungkasnya.

Terkini