PLN IP Gaet DevvStream, Optimalkan Solar PV dan Pasar Karbon Global

Jumat, 08 Mei 2026 | 11:15:30 WIB
PLN Indonesia Power Dorong Solar PV Solution dan Bisnis Beyond kWh melalui Kerja Sama Pasar Karbon Global

JAKARTA – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkokoh langkah transformasi bisnisnya melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) dengan DevvStream Inc. 

Kolaborasi ini menjadi momen krusial bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan mekanisme monetisasi karbon internasional.

Penandatanganan ERPA ini merupakan bagian dari pengembangan solusi energi bersih berbasis Solar PV solution dalam portofolio beyond kilowatt-hour (kWh) yang sebelumnya telah disepakati oleh Direktur Utama PLN IP Bernardus Sudarmanta dan CEO DevvStream Corp. Sunny Trinh di Jakarta.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta menjelaskan bahwa PLTS yang dibangun dalam kemitraan ini adalah PLTS off-grid untuk kebutuhan sendiri (self-consumption). 

Dengan demikian, sistem ini tidak tersambung ke jaringan listrik utama serta tetap sejalan dengan regulasi yang berlaku di sektor lingkungan hidup dan pasar karbon.

Lewat skema ini, PLN IP akan memproduksi sertifikat penurunan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) dari proyek-proyek PLTS di berbagai wilayah Indonesia, yang selanjutnya dipasarkan melalui DevvStream sebagai mitra global. 

Bernadus menekankan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari strategi perseroan dalam membangun model bisnis baru yang lebih berkelanjutan.

“Pengembangan Solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah.” kata Bernadus melalui keterangan tertulis pada Kamis (8/5/2026).

Bernadus memaparkan, konsep beyond kWh yang dijalankan PLN IP tidak hanya tertuju pada penjualan listrik, namun juga meliputi layanan energi terpadu. Hal ini mencakup penyediaan pembangkit energi terbarukan, manajemen emisi karbon, serta optimalisasi aset energi milik pelanggan.

Dalam praktiknya, proyek PLTS off-grid ini disiapkan untuk menunjang kebutuhan energi pelanggan secara mandiri, meningkatkan efisiensi energi, serta menyumbang langsung pada reduksi emisi gas rumah kaca tanpa mengusik sistem kelistrikan yang sudah ada.

CEO DevvStream Inc. Sunny Trinh menegaskan kolaborasi ini membuka kesempatan besar bagi pertumbuhan proyek karbon berbasis energi terbarukan dari Indonesia.

“Kami melihat potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global.” ujar Sunny.

Selain menyokong agenda dekarbonisasi nasional, Bernadus menegaskan bahwa kemitraan ini juga memperkuat posisi PLN Indonesia Power sebagai pionir dalam pengembangan solusi energi berbasis pelanggan (customer-centric energy solutions) di tanah air.

"Ke depan, PLN IP akan terus memperluas implementasi Solar PV solution sebagai bagian dari strategi energy transition, sekaligus mengoptimalkan peluang dari pasar karbon untuk menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan," tandas Bernadus.

Terkini