JAKARTA - Inovasi CNG tabung 3 kg diproyeksikan menjadi alternatif pengganti LPG dengan efisiensi biaya mencapai 40 persen demi kemandirian energi nasional.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengurangi ketergantungan pada impor gas yang selama ini membebani neraca perdagangan.
Pemerintah melalui instansi terkait tengah melakukan pemetaan mendalam terhadap potensi distribusi gas alam terkompresi ini di wilayah perkotaan.
"Kami sedang kembangkan CNG dalam bentuk tabung, yang 3 kg, itu harganya bisa lebih murah 40 persen dibanding LPG," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (3/5/2026).
Tutuka Ariadji menjelaskan, bahwa penggunaan teknologi ini memungkinkan pemanfaatan gas alam domestik secara langsung tanpa perlu proses pencairan yang panjang.
Inovasi tersebut tidak hanya menyasar sektor rumah tangga namun juga pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi.
Keunggulan lain yang ditonjolkan adalah sistem keamanan tabung yang dirancang mengikuti standar internasional untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
Pemerintah optimis transisi menuju gas bumi akan berjalan lancar seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung di berbagai daerah.
Implementasi skala luas diharapkan mampu menyerap produksi gas dalam negeri yang saat ini jumlahnya masih sangat melimpah.
Tim teknis terus melakukan pengujian lapangan untuk memastikan tekanan gas dalam tabung tetap stabil saat digunakan dalam jangka waktu lama.
Rencana ini menjadi bagian dari peta jalan besar transformasi energi nasional menuju penggunaan bahan bakar yang lebih bersih dan ramah lingkungan.