Danantara Targetkan Konsolidasi Jaringan Hotel BUMN Selesai 2026

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:15:15 WIB
Danantara Targetkan Konsolidasi Jaringan Hotel BUMN Selesai 2026

JAKARTA - Danantara Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar dalam dunia pariwisata Indonesia dengan menargetkan penyatuan seluruh jaringan hotel milik BUMN pada tahun 2026. Langkah konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya pembaruan model bisnis pariwisata nasional.

Saat ini, lebih dari seratus hotel yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, yang dimiliki oleh berbagai perusahaan pelat merah, tengah dalam proses penataan yang menyeluruh. Hal ini merupakan hasil dari kebijakan masa lalu di mana setiap BUMN memiliki properti hotel yang terpisah.

Proses Konsolidasi Sudah Dimulai Sejak 2025

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pengelolaan hotel-hotel milik BUMN sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2025. Pada fase awal, beberapa hotel BUMN telah berada di bawah koordinasi Hotel Indonesia Natour (HIN), yang merupakan holding operator sektor pariwisata di bawah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney).

"Kami telah menggabungkan pengelolaan beberapa hotel dan menyatukan semuanya di bawah Hotel Indonesia Natour. Jumlah hotel BUMN yang terlibat bisa lebih dari seratus," ujar Dony dalam acara diskusi di Jakarta pada Rabu (28/1/2026).

Tahapan Konsolidasi Berlanjut ke Penggabungan Aset Hotel BUMN

Memasuki 2026, Danantara melanjutkan tahap konsolidasi yang lebih mendalam, yaitu penggabungan kepemilikan seluruh aset hotel BUMN. Dengan target penyelesaian pada tahun ini, Danantara berharap dapat merampingkan struktur kepemilikan dan menciptakan sinergi yang lebih efisien antar aset-aset yang ada.

Setelah penggabungan ini selesai, langkah berikutnya adalah membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis, termasuk menjajaki kemungkinan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) untuk mengembangkan portofolio hotel di masa depan.

Danantara Bentuk Perusahaan Baru untuk Kelola Sumber Daya Tambang

Selain mengelola sektor pariwisata, Danantara juga membentuk sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang diberi nama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). BUMN ini akan bertanggung jawab atas pengelolaan tambang yang terbengkalai di Indonesia.

"Perminas ini berdiri terpisah dari holding BUMN MIND ID yang mengelola sektor tambang secara nasional. Kami memiliki tugas untuk mengelola beberapa tambang tertentu, termasuk tambang Martabe yang sebelumnya dikelola oleh PT Agincourt Resources," jelas Dony Oskaria.

Danantara Menjadi Kekuatan Ekonomi Indonesia di Kancah Global

Pada kesempatan lain, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Danantara kepada dunia internasional di Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Danantara akan menjadi kekuatan besar bagi perekonomian Indonesia di masa depan.
"Danantara hadir untuk menggerakkan masa depan Indonesia. Dengan aset yang dikelola mencapai USD 1 triliun, Danantara dapat menjadi mitra yang setara dengan negara-negara besar di dunia," ungkap Prabowo.

Menurut Prabowo, Danantara juga berperan penting dalam membiayai industri masa depan Indonesia, mulai dari sektor sosial hingga pengelolaan sumber daya alam secara maksimal. "Kami berkomitmen untuk menjalankan Indonesia dengan pengawasan yang kuat dan pemimpin yang cakap, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," lanjutnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Danantara diharapkan dapat meningkatkan kinerja sektor pariwisata, pertambangan, dan industri lainnya di Indonesia, sehingga negara ini dapat bersaing lebih baik di pasar global.

Penyatuan Jaringan Hotel BUMN Sebagai Landasan Pengembangan Pariwisata

Dengan target konsolidasi yang jelas, Danantara Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sektor pariwisata melalui efisiensi dan integrasi yang lebih baik. Setelah penyatuan jaringan hotel milik BUMN selesai, Danantara akan membuka peluang-peluang baru dalam bentuk kemitraan dan investasi, yang diharapkan dapat mendongkrak potensi sektor pariwisata Indonesia secara keseluruhan.

Terkini