JAKARTA - Perjalanan seorang atlet tidak selalu berjalan mulus. Ada masa ketika performa menurun, kesempatan tertutup, bahkan mimpi tampil di ajang besar harus tertunda. Namun bagi Ly Thi Luyen, situasi itu justru menjadi titik balik untuk membuktikan diri. Pemain voli putri Vietnam dengan tinggi 1,95 meter ini memilih jalan berbeda: meninggalkan zona nyaman dan mencoba peruntungan di luar negeri. Keputusan tersebut kini berbuah manis, karena namanya kembali bersinar lewat performa impresif di Kejuaraan Mongolia bersama klub Hobby Ace.
Ly Thi Luyen dikenal sebagai salah satu pemain dengan tinggi badan paling mencolok di dunia voli putri Vietnam. Dengan postur 1,95 meter, ia bahkan lebih tinggi dari Tran Thi Thanh Thuy yang memiliki tinggi 1,93 meter. Tinggi badan ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi keunggulan besar yang membuatnya menonjol, terutama saat menyerang dan bertahan di net.
Di tengah dinamika karier yang sempat menurun dalam dua tahun terakhir, Ly Thi Luyen membuktikan bahwa mental juara tidak hilang begitu saja. Keputusan untuk bergabung dengan liga luar negeri pada akhir 2025 menjadi strategi untuk menghidupkan kembali kariernya. Kini, lewat kontribusi konsisten dan rentetan penampilan gemilang, ia membawa Hobby Ace—yang sebelumnya hanya tim papan tengah—melaju hingga final. Jika berhasil menjadi juara, Ly Thi Luyen akan masuk dalam daftar kecil pemain voli Vietnam yang mampu meraih gelar nasional saat berkompetisi di luar negeri.
Sosok Ly Thi Luyen: Pemain Tertinggi di Voli Putri Vietnam
Itulah Ly Thi Luyen, yang memiliki tinggi badan unik di dunia voli putri Vietnam, mencapai 1,95 meter. Ia bahkan lebih tinggi dari Tran Thi Thanh Thuy (1,93 meter).
Postur Ly Thi Luyen menjadikannya salah satu figur paling menarik di kancah voli Vietnam. Tinggi 1,95 meter memberi keuntungan besar dalam berbagai situasi pertandingan, terutama untuk memaksimalkan serangan dan blok. Dalam olahraga yang sangat mengandalkan jangkauan dan kekuatan lompatan, kehadiran pemain dengan tinggi seperti Luyen jelas menjadi aset penting bagi tim mana pun.
Ly Thi Luyen berusia 25 tahun dan berasal dari provinsi Hung Yen.
Dengan usia yang masih tergolong muda bagi atlet profesional, Luyen memiliki peluang panjang untuk terus berkembang. Ia berada pada fase karier yang masih bisa menanjak, selama mampu menjaga konsistensi performa dan kebugaran. Latar belakangnya dari provinsi Hung Yen juga menambah warna tersendiri, karena ia menjadi salah satu contoh atlet daerah yang mampu menembus panggung lebih luas.
Peran Kunci di Klub dan Timnas Vietnam
Bermain sebagai outside hitter, ia merupakan pemain kunci yang membantu Duc Giang Chemicals mencapai peringkat teratas Kejuaraan Vietnam. Ia juga berkontribusi pada kemenangan tim nasional Vietnam di Piala Tantangan AVC 2023.
Sebagai outside hitter, Ly Thi Luyen memikul tanggung jawab besar dalam tim. Posisi ini menuntut kemampuan menyerang yang tajam, daya tahan fisik tinggi, serta kemampuan bertahan yang solid. Di level klub, kontribusinya sangat terasa ketika membantu Duc Giang Chemicals mencapai peringkat teratas Kejuaraan Vietnam.
Tak hanya bersinar di kompetisi domestik, Luyen juga memiliki rekam jejak penting bersama tim nasional Vietnam. Kontribusinya dalam kemenangan Vietnam di Piala Tantangan AVC 2023 menegaskan bahwa ia bukan sekadar pemain bertubuh tinggi, tetapi juga memiliki kualitas teknis dan mental kompetitif yang mampu tampil di level internasional.
Performa Menurun dan Gagal ke SEA Games, Jadi Titik Balik
Dalam dua tahun terakhir, performa Ly Thi Luyen agak menurun, sehingga ia gagal mendapatkan tiket ke SEA Games ke-33.
Penurunan performa adalah hal yang bisa dialami siapa saja dalam dunia olahraga. Namun bagi atlet profesional, dampaknya bisa sangat besar karena menyangkut kesempatan tampil di ajang besar. Bagi Ly Thi Luyen, kegagalan masuk skuad SEA Games ke-33 menjadi pukulan yang cukup berat.
Karena itu, ia memutuskan untuk pergi ke luar negeri pada akhir tahun 2025 dengan harapan dapat menghidupkan kembali kariernya.
Keputusan ini memperlihatkan keberanian sekaligus tekad kuat. Tidak semua atlet memilih langkah berisiko seperti bermain di luar negeri, karena adaptasi budaya, iklim, dan gaya permainan bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun Luyen menjadikan kesempatan tersebut sebagai jalan untuk membangun kembali performa, mengasah mental, dan membuka peluang baru.
Pilih Liga Mongolia: Profesional dan Kompetitif
Liga yang dipilih Luyen untuk diikuti adalah Kejuaraan Mongolia, mewakili klub Hobby Ace. Meskipun tidak terlalu kuat dalam hal kekuatan tim nasional, liga Mongolia sangat dihargai karena profesionalisme dan daya saingnya.
Pilihan Ly Thi Luyen untuk bermain di Mongolia cukup menarik perhatian. Meski Mongolia bukan negara dengan reputasi tim nasional sekuat negara-negara besar voli Asia, kompetisi domestiknya disebut memiliki profesionalisme dan daya saing yang tinggi. Bagi pemain yang ingin membangun kembali karier, liga seperti ini bisa menjadi tempat tepat untuk mendapatkan menit bermain, ritme pertandingan, serta pengalaman kompetitif yang stabil.
Tim Ly Thi Luyen, yang awalnya hanya tim papan tengah di Mongolia, menargetkan finis di posisi 4 besar di akhir musim. Namun berkat penampilan impresif pemain jangkung asal Vietnam tersebut, Hobby Ace meraih kesuksesan di luar dugaan.
Target awal Hobby Ace sebenarnya realistis: masuk empat besar. Namun kehadiran Ly Thi Luyen mengubah banyak hal. Penampilan impresifnya memberi dorongan besar, baik dari sisi teknis permainan maupun semangat tim. Hasilnya, Hobby Ace melampaui ekspektasi dan berhasil menciptakan kejutan besar dalam turnamen.
Konsisten Cetak Poin, Bawa Hobby Ace ke Final
Sejak resmi bergabung dengan Hobby Ace, Ly Thi Luyen secara konsisten bermain setiap minggu, mencetak banyak poin penting yang membantu tim meraih kemenangan meyakinkan.
Konsistensi adalah salah satu indikator utama kualitas pemain. Luyen tidak hanya tampil sekali-dua kali, tetapi terus menunjukkan kontribusi nyata dari pekan ke pekan. Poin-poin penting yang ia cetak menjadi kunci kemenangan Hobby Ace dalam berbagai laga krusial.
Sebagai contoh, dalam pertandingan semifinal pertama melawan Khuvsgul Seven Stars, Ly Thi Luyen meraih gelar pemain terbaik pertandingan setelah tampil gemilang dan membantu timnya menang dengan skor 3-1.
Momen semifinal ini menjadi salah satu bukti paling kuat tentang kebangkitan Luyen. Ia tidak hanya membantu tim menang, tetapi juga meraih predikat pemain terbaik pertandingan. Kemenangan 3-1 atas Khuvsgul Seven Stars menjadi langkah awal menuju tiket final.
Setelah total 4 pertandingan semi-final (sesuai aturan Kejuaraan Mongolia), Hobby Ace memenangkan 3 pertandingan, sehingga berhak melaju ke final melawan Mintonette Gobi VC.
Kejuaraan Mongolia menggunakan format semifinal yang cukup ketat dengan total empat pertandingan. Hobby Ace berhasil menang tiga kali, memastikan mereka melaju ke final. Lawan yang menanti adalah Mintonette Gobi VC, yang menjadi tantangan terakhir menuju gelar.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 tanggal 27 Januari (waktu Vietnam). Jika menang, Ly Thi Luyen akan menjadi salah satu dari sedikit pemain voli Vietnam yang berkompetisi di luar negeri dan memenangkan gelar nasional.
Final ini menjadi kesempatan besar bagi Ly Thi Luyen untuk menorehkan sejarah pribadi. Jika berhasil membawa Hobby Ace juara, ia bukan hanya membangkitkan kariernya, tetapi juga memperkuat citra pemain voli Vietnam di panggung internasional.