Akun WhatsApp Rentan Diretas, Ini Fitur Rahasia Penting untuk Mengamankannya

Rabu, 21 Januari 2026 | 08:45:41 WIB
Akun WhatsApp Rentan Diretas, Ini Fitur Rahasia Penting untuk Mengamankannya

JAKARTA - Di tengah aktivitas digital yang semakin padat, WhatsApp telah menjadi aplikasi komunikasi utama bagi jutaan orang.

Mulai dari percakapan pribadi, urusan pekerjaan, hingga berbagi informasi sensitif seperti lokasi dan data kontak, semuanya tersimpan dalam satu aplikasi. Tak heran jika keamanan WhatsApp menjadi perhatian penting, terutama di tengah maraknya kasus peretasan dan penyadapan akun.

Meski WhatsApp dikenal memiliki sistem keamanan yang kuat, risiko kebocoran data tetap ada jika pengguna lengah. Peretas terus mencari celah, baik melalui manipulasi psikologis, penyebaran tautan berbahaya, maupun eksploitasi data pribadi. Karena itu, memahami cara kerja keamanan WhatsApp sekaligus memanfaatkan fitur perlindungan yang tersedia menjadi langkah penting untuk menjaga privasi digital.

Berikut ulasan lengkap mengenai keamanan WhatsApp, potensi ancaman peretasan, serta langkah-langkah efektif yang bisa dilakukan pengguna agar akun tetap aman.

Keamanan WhatsApp dan Sistem Enkripsi Pesan

Pertanyaan mengenai seberapa aman WhatsApp sering kali muncul di benak pengguna. Zyad Rajab, pengamat media sosial dari Numeroesim.com, memaparkan bahwa kebijakan privasi WhatsApp telah dilindungi dengan sistem enkripsi end to end. Dengan teknologi ini, pesan dan panggilan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima, tanpa tersimpan sebagai catatan yang bisa diakses pihak lain.

Pengguna tidak perlu khawatir WhatsApp atau Meta membaca isi percakapan. Namun demikian, seperti platform daring lainnya, WhatsApp tetap memiliki risiko keamanan. Peretas masih bisa mengakses akun melalui metode tertentu, terutama jika pengguna kurang waspada terhadap aktivitas mencurigakan.

Cara Penjahat Digital Meretas Akun WhatsApp

Peretasan WhatsApp tidak selalu terjadi karena kelemahan sistem, melainkan sering dipicu oleh kebiasaan pengguna sendiri. Salah satu cara yang paling umum adalah melalui pembagian data pribadi. Meta memungkinkan pengguna membagikan sejumlah data, termasuk nomor telepon dan informasi transaksi Facebook. Jika data ini jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, risiko penyalahgunaan pun meningkat.

Selain itu, instalasi malware menjadi metode favorit peretas. Mereka kerap mengirimkan tautan palsu berisi informasi bohong atau iming-iming hadiah. Ketika tautan tersebut diklik, malware dapat terinstal dan membuka akses ke akun WhatsApp. Risiko ini juga meningkat saat pengguna mengakses WhatsApp melalui desktop, karena tidak adanya perlindungan tambahan seperti yang tersedia di Google Play atau Apple Store.

Pentingnya Mengamankan WhatsApp dari Ancaman Digital

Mengamankan WhatsApp bukan hanya soal melindungi percakapan pribadi. Lebih dari itu, langkah ini bertujuan menjaga data sensitif agar tidak disalahgunakan. Jika akun WhatsApp diretas, peretas bisa mengakses nomor telepon yang terhubung dengan layanan lain, termasuk akun perbankan dan media sosial.

Dampaknya bisa sangat merugikan, mulai dari pencurian identitas hingga penyalahgunaan data untuk penipuan. Oleh sebab itu, pengguna perlu memahami bahwa keamanan WhatsApp adalah bagian dari perlindungan identitas digital secara menyeluruh.

Langkah Efektif Mencegah Penyadapan dan Peretasan WhatsApp

WhatsApp telah menyediakan berbagai fitur keamanan yang dapat dimanfaatkan pengguna. Salah satu langkah utama adalah menggunakan aplikasi WhatsApp resmi. Versi tidak resmi atau modifikasi buatan pihak ketiga berpotensi membawa malware dan tidak memiliki sistem enkripsi yang dapat diverifikasi keamanannya.

Pengguna juga disarankan memakai nomor telepon virtual. Nomor ini tidak terhubung langsung dengan kartu SIM fisik, sehingga dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap privasi. Jika nomor virtual disalahgunakan, data utama pengguna tetap aman.

Mengaktifkan verifikasi dua langkah juga sangat penting. Fitur ini menambahkan PIN khusus dan alamat email sebagai lapisan keamanan tambahan. WhatsApp secara berkala akan meminta PIN tersebut, sehingga peretas akan kesulitan mengakses akun tanpa izin.

Fitur Tambahan untuk Perlindungan Maksimal Akun

Selain langkah dasar, pengguna perlu mengenali pesan mencurigakan. Hindari mengklik tautan yang tidak jelas, terutama pesan yang meminta pembayaran atau data pribadi. WhatsApp biasanya memberikan penanda pada pesan dari kontak tak dikenal agar pengguna lebih waspada.

Pengguna juga dapat memblokir dan melaporkan kontak mencurigakan, terutama yang diperoleh dari grup atau komunitas yang tidak dikenal. Untuk keamanan tambahan, aktifkan fitur kunci aplikasi menggunakan sidik jari atau pengenalan wajah agar aplikasi tidak bisa dibuka sembarangan.

WhatsApp juga menyediakan fitur “lindungi alamat IP dalam panggilan” yang menyembunyikan alamat IP dengan mengalihkan panggilan melalui server WhatsApp. Selain itu, pengguna disarankan mengamankan pesan suara dengan kata sandi kuat karena kode verifikasi sering dikirim melalui metode ini.

Dengan memahami berbagai ancaman dan memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia, pengguna dapat meminimalkan risiko peretasan WhatsApp. Perlindungan akun bukan hanya tanggung jawab sistem, tetapi juga kesadaran pengguna dalam menjaga privasi digital.

Terkini